Menjual dengan Kecerdasan Emosi

salesDalam perjalan tanpa disengaja, saya teringat dengan seorang ”guru;” yang sekarang telah menjadi CEO di salah satu perusahaan farmasi nasional. Pukul lima sore itu, ketika dalam perjalanan, saya coba menghubungi lewat telepon mantan bos tersebut. Untuk menanyakan kabar, say hello, mampir dan berbagi pengalaman.

Saya coba dial nomor telepon beliau dan membuka pembicaraan: “Hallo, ini saya Pak, Kevin, Bapak sedang ada di kantor? saya coba membuka pembicaraan telepon. “Oh ya, Kevin, apa khabar, kamu dimana?” jawab si Guru; “Khabar baik Pak, saya sedang diperjalanan, dekat kantor Bapak, kalo Bapak sedang ada di kantor, saya mau mampir sebentar,” jawab saya, “Iya vin, mampir aja, kebetulan saya lagi sedang ngak sibuk nich.”

Berkantor di lantai II, salah satu gedung di bilangan Cikini, saya coba masuk ke ruangan beliau. Masih seperti biasanya, dengan ramah, walaupun beliau kini telah menjadi CEO, tetap saja, pribadi beliau sepeti dulu, “baik, ramah, dan sangat bersahabat.”

Perjalanan karir beliau, berawal dari seorang medical sales representative di sebuah perusahaan medical, pindah ke perusahaan lain menjadi area manager, product manager, lalu marketing manager, dan kini memegang posisi direktur farmasi merupakan jenjang karir, dari bawah yang dibangun dari sikap profesionalisme dalam bekerja dan hubungan baik (relationship) dengan setiap orang & jaringan outlet farmasi yang dibangun (apotek, toko obat, distributor, maupun dokter).

Jika ingin mendapat Free Coaching 7 Day’s CHANGE !! silahkan isi email utama Anda dan biodata ke link di bawah ini:

———>

Banyak hal yang saya dapat pelajari dari beliau, karena mungkin beliau juga seorang pengajar di salah satu universitas negeri di Jakarta; yang mungkin banyak hal yang bisa di-sharing, berkaitan dengan ilmu secara teoritis dan praktik empiris, yang down to earth.

Memperhatikan cara kerja keras beliau, sehingga berhasil dalam pekerjaan. Mungkin, tidak hanya kepintaran ilmu pengetahuan saja, yang harus dimiliki oleh seseorang. Tetapi yang terpenting adalah juga emotional quotient atau kecerdasan emosi, sehingga membawa seseorang lebih bisa bijak dalam mencermati banyak hal.

Sebagai tenaga pemasar, analisis potensi pasar, pengetahuan product knowledge, dan strategi pemasaran adalah keharusan guna pencapaian kinerja penjualan yang tinggi. Di samping, kecerdasan emosi juga dibutuhkan dalam hal membangun hubungan yang baik dengan pelanggan; hubungan yang baik dengan key person outlet, dapat menjadi nilai lebih.

Sebagai professional dalam dunia pemasaran, kecerdasan emosi dan kecerdasan intelektual; yang dimiliki seseorang, dapat menjadi penentu keberhasilan penjualan. Kecerdasan intelektual, jelas dibutuhkan seperti kemampuan menganalisa, kemampuan presentasi, penguasaan informasi produk, ataupun analisa kompetitor.

Namun tanpa, dibarengi oleh kecerdasan emosi, seperti hubungan interpersonal yang baik dengan banyak orang, sulit bagi pemasar untuk dapat memperoleh tempat ”dihati” terutama key person outlet, dan pada akhirnya sulit bagi pemasar untuk memperoleh kesempatan perolehan ”order.”

Beberapa hal yang harus diperhatikan, oleh tenega pemasar melalui pendekatan emotional quotient, yaitu:

1.     Bangun hubungan baik dengan setiap orang. Hubungan baik ini, terutama dengan key person outlet, yang Anda miliki akan menjadikan, hubungan yang terjadi tidak hanya antara penjual dan pembeli dalam hal order-taker saja; tetapi hubungan ini dapat menjadi hubungan ”persahabatan” jangka panjang.

2.     Kuasai product knowladge, tetapi jangan ajari client Anda dengan informasi-informasi yang terlalu ”analisa ngejelimet” lakukan presentasi yang ”menyentuh” emosi client anda. Seperti contoh, sampaikan benefit produk Anda, hal ini akan menolong kebutuhan client anda akan produk yang ditawarkan. Misalnya, ketika anda menawarkan obat sariawan dari bahan alami berkhasiat, maka benefit-nya adalah obat tersebut berkhasiat untuk sariawan dan aman digunakan (tanpa efek samping).

3.     Sebagai seorang wiraniaga, Anda harus bersikap ”melayani’ client anda, dengarkan kebutuhan client anda, dan cari ”jalan keluar” dari produk yang Anda tawarkan.

4.     Berpikir positif akan keberhasilan penjualan Anda, menjadi energi baik dan memotivasi diri Anda untuk terus berusaha dengan maksimal. Tularkan pikiran-pikiran positif yang mengarah kepada sikap mental utuk ”sukses.”
Saya melihat, dari beberapa rekan-rekan yang berhasil dalam karir penjualan; mereka memiliki kemampuan tersebut. Kecerdasan emosional seorang wiraniaga, adalah salah satu kunci sukses penjualan.  Selamat mencoba & Sukses!!!

FREE COACHING CLINIC !!! SEND EMAIL =

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s