Mengapa Kita Butuh Pemimpin

pic-leadership-newOrang-orang berkerumun di warung-warung. Para ibu juga tidak mau meninggalkan rumahnya untuk membeli kebutuhan dapur. Para tukang becak juga sibuk berkumpul antar sesama tukang becak.

Saya saat itu juga ikut terpana, walau saya hanya bisa menangkap sedikit-sedikit makna dari apa yang saya dengar. Apa yang sedang mereka lakukan? Melihat pertandingan sepak bola dunia? Mendengar lagu Mahadaya cinta dari Kris Dayanti? Bukan, mereka sedang mendengarkan pidato. Pidato? Pidato siapa? Pidato Bung Karno.

Ketika itu dia bisa menyihir, menyirep, dan menghipnotis rakyat, termasuk saya, untuk mendengar pidatonya yang demikian menarik. Perpaduan kata bahasa Belanda, Jawa, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris beliau lontarkan dan rakyat tetap terpukau diam di tempat mendengarkan pidato itu.

Dia, saat itu, adalah idola bangsa. Jaman berganti, dan muncul serta tenggelam berbagai pemimpin bangsa ini. Siapa pun pemimpinnya, rakyat selalu saja terpukau oleh pemimpin. Fenomena apakah ini? Apakah hanya bangsa kita yang begitu memuja para pemimpin?

Selama berabad-abad dunia memang selalu terobsesi oleh para pemimpin. Para ahli kemudian mencoba memotret, memetakan, dan mengonsep bagaimana yang disebut pemimpin efektif itu. Ada yang melihat kepada perilaku-perilaku khas pemimpin, ada yang melihat sifat-sifat khusus pemimpin, misalnya pemberani, tegas, tidak kenal menyerah dan sebagainya.

Menurut Higgs dan Rowland (2001), bidang kepemimpinan adalah bidang yang paling banyak dipelajari dibanding aspek perilaku manusia lainnya. Artinya, lebih banyak orang mempelajari kepemimpinan dibanding masalah percintaan, perceraian, atau bahkan masalah spiritual manusia.

Walau demikian, ternyata masih banyak lagi yang tidak diketahui orang tentang apa sesungguhnya pemimpin yang efektif itu. Namun dahaga orang untuk mengetahui kepemimpinan tidak pernah terpuaskan.

Menurut observasi Goffee dan Jones (2000) di tahun 1999 saja, ada lebih dari 2000 judul buku yang membahas kepemimpinan.

Jika dirunut melalui indeks pada the Library of Congress terdapat lebih dari 8,000 buku kepemimpinan di tahun 2001. Bahkan majalah Harvard Business Review juga menuangkan topic khusus tentang kepemimpinan di edisi Desember 2001.

Jika nafsu orang mempelajari kepemimpinan, pantas kita bertanya, ada apakah sebetulnya dengan dunia ini sehingga orang begitu “tamak” terhadap kepemimpinan?

Ada orang mengatakan bahwa memang begitulah keadaan manusia. Merasa ada yang memimpin adalah kebutuhan dasar manusia.

FREE COACHING CLINIC !!! SEND EMAIL =

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s