Nilai Dasar Bisnis Anda

office-buildingBagaimana pendapat anda tentang value x leverage itu? Isn’t that interesting?
Tulisan itu saya yakin telah memancing anda untuk berpikir. Leverage saya apa ya? Value saya apa ya? Apakah selama ini saya sudah membangun value? Apakah saya selama ini telah terjebak membangun leverage saja?

Saya sih tidak ingin menawarkan solusi. Yang penting anda saya pancing untuk mikir dulu. Soalnya saya pun lagi mikir tentang value bisnis saya.
Dalam setiap tulisan, saya memang tidak selalu menawarkan solusi konkrit. Dan memang tidak dimaksudkan untuk itu. Sasarannya adalah membuat anda berpikir, merenung, mencari-cari jawaban. Nanti mungkin aja ketemu: Aha! Mungkin ini yang dimaksud Pak Kevin nih…

Yang penting, awalnya kita sudah ‘aware’ atau sadar dulu di mana posisi kita. Apakah kita sudah memiliki value atau belum? Apakah justru kita selama ini yang di-leverage oleh orang lain untuk membangun kekayaannya. Ha ha ha…
Coba pikirkan….
Misalnya anda saat ini adalah pekerja. Kira-kira value-nya di mana? Kira-kira kita ada di posisi mana? Apakah posisi value atau leverage?

Kalau kita membeli franchise. Kira-kira pihak mana yang memiliki value? Pihak mana yang di sisi leverage. Anda ikut MLM dan punya peringkat tinggi misalnya. Value-nya ada di mana? Apakah di anda atau di perusahaan MLM itu?

Anda punya bisnis, sebagai distributor misalnya. Value-nya di mana? Apakah di bisnis anda atau anda hanya berperan sebagai leverage-nya saja?
Saya pernah nonton acara TV yang memeringkat kekayaan para selebritis Hollywood yang begitu fantastis. Para artis itu rata-rata berpenghasilan puluhan juga dolar per tahunnya.

Tapi, ada yang lebih fantastis lagi. Ternyata ada beberapa orang yang memiliki income ratusan juta dolar pertahunnya. Contohnya adalah Stephen Spielberg, George Lucas. Ya, itu karena mereka adalah para produsernya. Ternyata, value-nya ada di tangan mereka.

Pasti ada juga yang berpikir, dapat puluhan juta dolar ya lumayan laah. Setuju. Tapi saya nggak mau cerita soal itu. Saya ingin cerita siapa yang memegang value dan leverage.

Contoh menarik tentang value dan leverage ini adalah tentang dua pelukis maestro, Picasso dan Van Gogh. Van Gogh lukisannya bagus. Tapi dia tidak sadar akan value dan cara meleverage-nya. Bahkan untuk melamar seorang pelacur saja dia sampai memotong telinganya. Itu pun ditolak. Akhirnya di meninggal dalam kemiskinan. Ahli warisnyalah yang menikmati hasilnya.

Kebalikannya dengan Picasso. Lukisannya jelek. Tapi dia bisa meng-create value seolah-olah lukisannya itu bagus. Dia ‘tipu’ orang-orang yang nggak ngerti seni dengan mengatakan bahwa lukisannya itu adalah masterpiece dan sebagainya. Lukisannya pun laku. Dia sukses membuat value dan leverage. Semasa hidupnya dia bergelimang harta … dan wanita juga. Ha ha…

Pelajaran apa yang bisa dipetik dari kisah ini? Silakan simpulkan sendiri…. Anggap aja ini sebagai mind exercise…

FREE COACHING CLINIC !!! SEND EMAIL =

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s