Mau Jadi Master? Selesaikan Dulu 10.000 Jam Anda

harvey masonCoba perhatikan gambar di sebelah ini. Itu adalah fotonya Harvey Mason, drummer senior.
Lihat ekspresinya. Dia memukul drum seperti orang yang menangis. Entah mengapa. Itu ciri khasnya. Mungkin dia begitu menghayati, larut atau trance.

Yang saya suka dari drummer Fourplay ini adalah sentuhannya stik drumnya itu. Ada semacam feeling tertentu yang berbeda dengan drummer lain. Dia memukul drum tidak dengan power dan energi yang kuat. Bahkan kadang-kadang seperti tidak disentuh, saking lembutnya.

Dia tidak lagi pamer teknik yang canggih dan rumit. Dia levelnya sudah beda. Dia sudah master. Kalau master, tidak lagi mencari tepukan penonton karena kecanggihan teknik. Dia levelnya sudah di atas itu. Levelnya sudah “feel”.

Pertanyaan yang mengusik saya adalah, bagaimana dia bisa sampai ke level itu? Yang pasti, rekam jejaknya sudah panjang sekali. Mungkin dia sudah puluhan tahun menabuh drum. Dia telah menjadi master di bidang tabuh menabuh drum. Jelas, dia tidak tiba-tiba bisa seperti itu dengan seketika.

Dia menjadi master dengan menyelesaikan 10.000 jamnya.

Maksudnya?

Pak Tung cerita soal ini ketika bertemu menjelang Milad TDA lalu. Menurutnya, orang-orang yang telah menjadi master di bidang apa pun pasti telah melewati 1.000 jam latihan atau praktek.

Ia bercerita mengenai Efek Hamburg. Anggota The Beatles sebelum ngetop dan mendunia selalu latihan bertahun-tahun di Hamburg. John Lennon atau Paul Mc Cartney itu setiap hari menghabiskan waktu latihan 8 jam sehari selama bertahun-tahun.

Setelah mereka ngetop, banyak orang melihat puncak gunung es kesuksesan saja, tanpa melihat ke dalam, atau prosesnya. Mereka telah menyelesaikan 10.000 jamnya.

Pak Tung sering ditanya, kok seminarnya begitu hebat dan memukau sih? Jawabnya, “karena saya telah menyelesaikan 10.000 jam saya. Dalam sebulan saya bisa seminar 52 kali”.

Dalam sebuah tayangan infotainment saya melihat perayaan ulang tahun ke 7 band Nidji. Ketujuh? Padahal saya baru tahu band ini sekitar 2 tahunan. Ya, mereka ngetop baru 2 tahun, tapi perjalanan keseluruhannya adalah 7 tahun. Mereka membayar 10.000 jamnya selama 5 tahun.

Dalam salah satu seimar tiga orang pebisnis online dipanggil ke depan. Masing-masing disuruh bercerita tentang omset dan waktu yang mereka kerahkan untuk mengurus bisnis onlinenya.

Ternyata, yang hasilnya paling besar adalah dia yang mengurusi bisnis onlinenya minimal 8 jam sehari. Di susul oleh yang 5 jam sehari dan 3 jam sehari. Ada korelasi positif antara waktu yang dikerahkan dan hasil yang dicapai.

Jika anda punya bisnis, sudahkah anda membayar 10.000 jam pertamanya? Jangan sampai anda bertanya-tanya, kenapa bisnis saya kok nggak maju-maju, padahal anda belum mendedikasikan waktu dan energi anda untuk 10.000 jam pertama untuk menjadi master itu.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s