5 Alasan Berinvestasi di Property

real-estate1. Tuhan tidak menciptakan bumi yang kedua. Betul. Ketersediaan lahan untuk property selalu terbatas di tengah-tengah permintaan yang tinggi. Apa lagi di kota-kota besar yang peduduknya terus bertambah. Tak heran, harga properti selalu naik lantaran ada scarcity (kelangkaan) lahan ini.

2. Properti memiliki daya ungkit (leverage) terbesar. Bandingkan dengan bisnis atau sarana investasi lainnya. Untuk berbisnis, kita perlu modal dalam jumlah tertentu. Untuk membeli saham, ORI, reksadana, emas kita perlu dana tunai 100%. Sedangkan untuk membeli properti, kita bisa hanya menggunakan Rp. 100 juta sebagai uang muka untuk mendapatkan objek senilai Rp. 1 miliar. Bahkan bisa tanpa uang sama sekali. Nothing down, istilahnya Robert G. Allen.

3. Mengelola properti relatif lebih mudah dibandingkan mengelola bisnis. Saya setuju. Mengelola bisnis, apa lagi kalau masih tahap merintis, perlu energi tinggi untuk menjalankannya. Merintis sama dengan merintih, kata seorang teman.

Bandingkan dengan mengelola properti. Kontrolnya lebih mudah. Operasional sederhana. Harganya pun tidak fluktuatif seperti saham. Kita tinggal tanam (beli), properti itu akan tumbuh dengan sendirinya (biarkan saja).

Properti milik seorang teman saat ini nilainya sudah Rp. 1,2 miliar. Padahal, 15 bulan lalu ia membelinya hanya Rp. 500 juta saja. Kenaikan itu pun tanpa ia pengaruhi sama sekali. Tidak direnovasi, tidak dicat ulang. Ia biarkan saja properti itu tumbuh dengan sendirinya.

4. Dua jenis keuntungan yang bisa didapat dari investasi properti, yaitu: cash flow dan capital gain. Cashflow didapat dari properti yang disewakan. Sedangkan capital gain didapat dari pendanaan kembali (refinancing) dari bank.

5. Hampir semua orang kaya berinvestasi di properti. Contoh: Ciputra, Mc Donald, pemilik hotel. Ada beberapa teman yang hanya lulusan setingkat SMP itu menjadi kaya raya bukan semata dari bisnisnya. Kekayaannya diperoleh dari akumulasi cash flow dan asset dari properti yang jumlahnya ratusan itu.

Kelima alasan di atas memang masuk akal untuk membuat kita menyadari pentingnya melek investasi properti sejak sekarang.

Tapi, sebelum “take action” tentunya perlu dibekali dengan ilmu yang cukup. Apa pun itu, kalau dilakukan dengan gegabah, tanpa ilmu akan berisiko juga.Silakan cari referensi di internet atau buku-buku dari penulis seperti: Dolf de Roos, Robert G. Allen, Robert T. Kiyosaki, Donald Trump dan Brad Sugars sebelum anda memutuskan untuk “take action” berinvestasi di properti. Learn dulu, baru earn.

FREE COACHING CLINIC !!! SEND EMAIL =

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s